Posts Tagged 'rumah baca'

The First English

DSC_0636

Bapak Manuel Iskandar sedang menjelaskan tentang perbedaan mendasar Bahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia di Rumah Baca

Yang pertama selalu mendebarkan. Perasaan seperti itu pula yang dialami oleh seluruh peserta kursus bahas Inggris gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Baca di hari Minggu, 17 Januari 2016. Kegiatan ini terselenggara berkat kesediaan Bapak Manuel Iskandar untuk mau berbagi ilmu dan meluangkan waktu untuk kemajuan anak bangsa. O ya, pada artikel sebelumnya, pernah diulas siapa itu Bapak Manuel Iskandar.

Kegiatan kursus Bahasa Inggris grartis ini rencananya akan diselenggaran secara rutin setiap hari Minggu pagi, mulai pukul 9 hingga 10, dan berlangsung untuk periode 3 bulan ke depan. Setelah masa itu, akan diadakan evaluasi tentang perkembangan dan kemajuan yang diperoleh, apakah akan dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi atau dikembangkan sendiri oleh peserta.

Rumah Baca juga akan berusaha mendatangkan native speaker, untuk menjadi mitra berlatih. Kebetulan pada tahun ini ada anak AFS (American Field Service) yang sedang tinggal di daerah Cibubur. Namanya Isabelle, dari Amerika Serikat.
Pada kesempatan pertama kursus Bahasa Inggris ini, para peserta baru mengenal teori dasar berbahasa Inggris. Dijelaskan pula tentang perbedaan mendasar antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Perbedaanya terletak pada kata kerja (verb) yang akan berubah mengikuti keterangan waktu. Nah, ada 12 keterangan waktu yang harus dimengerti. Perubahan kata kerja terbagi dalam 2 bentuk, yakni regular dan irregular. Kalau perubahan regular verb itu gampang, karena tinggal menambahkan “ed” di belakang setiap kata kerja. Nah, yang sedikit agak susah itu adalah irregular verb, karena memang harus dihafal. Tapi, tenang dulu. Kalau kita belajar sedikit demi sedikit, dan rutin setiap waktu, insha Allah semua akan berjalan lancar, dan kita bisa menguasai Bahasa Inggris dengan baik.

Nah, untuk latihan pertama ini, peserta diminta membuat sesi perkenalan dengan simple present tense, yang meliputi perkenalan nama, tempat tinggal, hobby, umur, pekerjaan, dan jumlah saudara yang dimiliki. Sesi perkenelan ini kelihatan sepele, tapi ini hal penting karena itulah pintu pertama kita akan bisa berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Ayo, belajar Bahasa Inggris di Rumah Baca. Gratis! Dan pastti sangat bermanfaat di kemudian hari!

Have a good day and good luck!

Advertisements

Panen Mangga

mangga

Berkegiatan di Rumah Baca Kids tak selalu harus membaca. Membaca adalah aspek kognitif. Itu adalah kegiatan yang penting untuk melatih daya kritis dan analitik. Tapi kegiatan motorik dan afektif juga tak kalah pentingnya.

Panen mangga melatih anak-anak untuk melatih motorik berupa keseimbangan, karena mereka belajar memanjat pohon di ketinggian tertentu, yang masih aman untuk ukuran mereka. Memanen mangga, memilih, kemudian membagi ke teman-teman secara merata akan melatih anak-anak menghargai teman. Ini meningkatan aspek afektif.  Mereka akan berlajar berbagi, memberikan yang terbaik buat teman, dan tidak memilih atau menyembunyikan mangga yang bagus untuk diri sendiri.

Memang, proses belajar seperti itu tak selalu berjalan mulus. Tapi lewat kegiatan itu, anak-anak telah belajar sesuatu, yang tak pernah mereka lupakan sepanjang hayat.

O ya, ternyata mangga itu tak semuanya manis. Ada juga yang rasanya masam. Mereka belajar apa tentang rasa yang berbeda-beda ini?

Salam Rumah Baca Kids

“Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik.”

Happy birthday Rumah Baca Kids ke-3

Tak terasa, sudah 3 tahun Rumah Baca Kids berkiprah. Reriungan bersama anak-anak memang selalu tak terasa lelah dan menjemukan. Waktu berjalan begitu cepat. Selalu ada warna baru. Semangat baru. Dinamika baru. Hari ulang tahun kali ini dirayakan pada Hari Minggu, 22 September 2013, mulai dari jam 07.30-11.00 WIB, bertempat di Markas Rumah Baca Kids, di daerah Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor.

Memang adakalanya anak-anak mengalami pasang naik dan pasang surut. Jumlah kehadiran tak selalu penuh. Total anak-anak yang terdaftar di Rumah Baca Kids ada sekitar 70 orang, tapi dari jumlah itu, yang selalu aktif rata-rata hanya sekitar 20-30 orang saja. Jumlah yang tidak banyak, tapi itu sudah cukup untuk berbuat sesuatu, dari pada tidak melakukan apa-apa, atau hanya menggerutu.

Ulang tahun Rumah Baca Kids kali ini ditandai dengan suasana yang mengharukan ketika sehari sebelumnya anak-anak sudah mulai berdatangan. Mereka secara kreatif menghias ruangan. Garasi rumah yang berkonsep ruang terbuka mereka jadikan media ekspresi perayaan. Kertas warna-warni mulai mereka gunting, ditempel di sana-sini. Aneka ketrampilan melipat kertas mereka peragakan. Dengan seutas tali, kerajinan kertas itu mereka gantung di kayu-kayu garasi. Sungguh pemandangan yang menakjubkan ketika kerajinan kertas, yang sebagian besar berbentuk burung itu, bergerak-gerak tertiup angin. Seperti hendak terbang. Sebagaimana mimpi dan cita-cita mereka untuk dapat terbang tinggi-tinggi.

602949_731881613495786_374230087_n

993411_731882780162336_1018733505_n

Hal yang membuat haru di hati adalah ketika mereka dengan penuh suka cita membeli kertas warna-warna itu dengan uang mereka sendiri. Dan satu hal lagi yang membuat kami para orang tua terharu adalah, demi menemukan anak-anak membawa kado ulang tahun! Kado itu terbungkus kertas kado warna krem, motif kembang-kembang. Ketika dibuka, muncul jam dinding. Itu kado dari kelompok anak laki-laki. Kado satunya lagi adalah dari kelompok anak perempuan. Isinya boneka bantal kecil-kecil yang membentuk tulisan L.O.V.E. Hidup terasa begitu indah bersama mereka.

602906_731880746829206_1096925667_n

537166_731881910162423_1212917169_n

Acara ulang tahun ini diisi dengan potong nasi tumpeng. Lalu beberapa anak membacakan karya mereka. Acara puncak adalah nonton film bareng, judulnya “Cita-cita setinggi Tanah.”Film itu bercerita soal sekawan anak-anak yang punya beragam cita-cita. Ada anak yang punya cita-cita sederhana: makan di restoran Padang. Untuk meraih cita-cita itu, dia kemudian rajin bekerja, mengumpulkan uang. Uang yang dia kumpulkan suatu hari dia gunakan untuk membuat topi manik-manik dan baju khas orang Minang. Itu adalah baju istimewa untuk bisa makan di Rumah Makan Padang. Pesan dari film itu adalah: cita-cita jangan hanya ditulis di atas kertas, tapi yang lebih penting adalah dijalankan, diraih dan diwujudkan.

599724_731880123495935_1677984497_n

1239800_731883146828966_1197919047_n

Acara ini adalah persembahan dari komunitas BELING (Bioskop Keliling) yang digagas oleh Ain Ongisnade. Dia datang bersama Gian Pintari dan Bakar Japet.

Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik!

—-

Foto-foto: oleh Bakar Japet

Volunteer: Ain Ongisnade dan Gian Pintari