Take and give

“Take and give.” Dua kata itu sering diucapakan secara berpasangan, seperti siang dan malam, hitam dan putih, atau sedih dan gembira.

Take anda give, atau dalam bahasa Indonesia berarti mengambil dan memberi. Pertanyaanya, sebarapa banyak kita mampu melakukan keduanya secara berimbang. Jangan-jangan kita terlalu banyak mengambil dan sedikit memberi. Itu memang sifat dasar manusia, maunya enak, dan untung melulu. Tak mau rugi. Ibarat kata, seperti orang yang kelaparan dan masuk ke restoran buffet “all you can eat.” alias makan sepuasnya!

Masalahnya, seberapa besar perut sanggup menampung itu semua makanan? Alih-alih sehat, justru segera terserang kolesterol, serangan jantung, atau obesitas yang merepotkan.

Pada tingkat tertentu, manusia butuh keseimbangan. Ya itu tadi, tak hanya terus mengambil, saatnya juga harus memberi, berbagi dengan sesama.

Rumah Baca Kids kali ini mendapat sukarelawan yang luar biasa! Rumah Baca Kids mengenalnya pada saat ada pameran yang diadakan oleh Kompas, di Mall Living World, Alam Sutera, Serpong, bertajut Inspira(K)si. Dialah, Pak Manuel Iskandar bersama istrinya, Ibu Lan Lan.

Pak Manuel Iskandar ini ternyata pernah tinggal di Amerika Serikat lebih dari 20 tahun. Bekerja di Defense Department of US, atau Kementerian Pertahanan Amerika Serikat. Sering keliling dunia dengan kapal perdamaian milik Amerika Serikat, menjadi tenaga medis di rumah sakit terapung. Pernah berkunjung ke Indonesia beberapa kali, memberikan pengobatan gratis kepada penduduk Indonesia di pulau-pulau terluar dan tak terjamah fasilitas rumah sakit. Di kapal itu, sering memberikan fasilitas operasi, seperti operasi bibir sumbing, dan operasi besar lainnya.

Pernah keliling dunia dan pernah tinggal di Amerika Serikat tak membuat Pak Manuel Iskandar jumawa. Justru ketika kembali ke Indonesia, Pak Manuel Iskandar ingin memberikan sesuatu yang dia bisa berikan kepada bangsa Indonesia. salah satunya dengan menularkan kemampuan bahasa Inggris kepada mereka yang tidak mampu. Rumah Baca Kids menjadi pilihannya karyanya saat ini.

Kebetulan, saat bekerja di Defense Department itu, Pak Manuel Iskandar juga berperan sebagai penerjemah. Jadi sudah menjadi tugasnya untuk menjadi penterjemah ketika terjadi diskusi antara para jenderal angkatan laut Amerika Serikat dengan jenderal Indonesia.

Rumah Baca Kids, tentu sangat merasa bangga mendapatkan beliau untuk mau berkarya, berkiprah untuk kemajuan bangsa melalui pendidikan. Sebaliknya, ini menjadi pertaruhan bagi anak-anak dan pemuda di Bojongkulur untuk bisa membuktikan diri sebagai manusia yang mumpuni, bukan manusia yang selalu kalah, tergusur dan korban dari sebuah jaman.

Bravo! “Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik!”

manuel 1

Pak Manuel Iskandar (berkacamata), beserta istri, Ibu Lan lan (paling kiri), di markas Rumah Baca Kids, Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: