Pergaulan Lintas Dunia

Kampung Parung, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, boleh jadi dulunya adalah kampung udik, sebelum komplek-komplek perumahan menyerbu wilayah ini. Letaknya berada pada exit tol JORR Jatiasih. Bisa juga ditempuh dari jalan Trans Yogi Cibubur. Pada perempatan Nagrak atau Cikeas, dimana mantan Presiden SBY bersemayam, belok ke arah utara sekitar 7 KM. Di sini, sejak tahun 2010, berdirilah sebuah komunitas dinamika dasar bernama Rumah Baca Kids.

Keberadaan Rumah Baca Kids tak bisa lagi diremehan. Sejak didirikan, kegiatan Rumah Baca Kids sudah begitu banyak, mulai dari kegiatan membaca, menulis, ikut beberapa kali pameran pada festival buku yang diselenggarakan Goodreads, wisata ke kota Tua, wisata Ragunan, membuat video inspiratif, dan membuat berbagai kriya dengan media kertas, keramik, kayu. Keberadaan Rumah Baca Kids kini juga merambah ke kelompok pemuda kampong Parung, dengan kelompok music Papaver Rastavarian, yang beraliran reggeae.

Dari kiprah sejak 2010 itu, Rumah Baca Kids sudah membuktikan diri bukan lagi sebagai komunitas jago kandang, tapi sudah menjadi komunitas lintas dunia. Rumah Baca Kids sudah banyak didatangi tamu dalam negeri, mulai dari mahasiswa, pegiat LSM, seniman, pegiat buku, dan tamu-tamu dari luar negeri. Rumah Baca Kids pernah kedatangan Kak Sarah, siswa Amerika Serikat. Dia adalah salah satu siswa pertukaran pelajar AFS (American Field Service) yang ditempatkan di SMA 5 Bekasi, satu sekolah dengan Kak Imastari Wulansuci (Putri dari Bapak Hartono dan Ibu Indriyani, pendiri Rumah Baca Kids) yang saat ini ikut program YES (Youth Exchange Student) di Texas, Amerika Serikat. Beberapa bulan yang lalu, Rumah Baca Kids juga kedatangan tamu dari pengurus AFS Malaysia, yang terdiri dari Cik Wan, Miss Doris, dan Pak Megat.

Hari Minggu ini, 8 Maret 2015, Rumah Baca Kids kembali kedatangan tamu manca negara yang berasal dari AFS Chapter Karawang. Ada Kak Teresa, siswa AFS dari Jerman dan Kak Helene, siswa YES dari Amerika Serikat. Mereka didampingi Kak Avanti Sukmalanu, returnee AFS Italia, dan Kak Gita Andadari, returnee YES Amerika Serikat. Returnee adalah istilah untuk siswa Indonesia yang telah pulang mengikuti program pertukaran pelajar di luar negeri. Kalian pasti ingin seperti mereka juga kan? Bisa pergi keluar negeri, menyerap berbagai pengalaman di Negara lain, menjadikan kita sebagai manusia yang kaya pengalaman hidup, untuk bekal hidup selanjutnya.

Kedatangan mereka ini atas inisiatif AFS chapter Karawang, antara lain Kak Evi, Kak Tati, dan Kak Wulan. Sayangnya acara pagi itu kurang bersahabat dengan datangnya hujan di tengah-tengah acara berlangsung. Sehingga suasana reriungan yang seharusnya berada di kebun belakang markas Rumah Baca Kids menjadi terhambat dan cukup dipusatkan di dalam markas Rumah Baca Kids saja. Acara dibuka dengan unjuk kebolehan anak-anak dari Rumah Baca Kids yang diawali oleh Ryan yang membacakan cerita pendeknya nan jenaka tentang betapa sulitnya membuat puisi. Dilanjutkan dengan paparan proses penulisan graphic novel oleh Asti dan Opie.

Anak-anak begitu bersemangat ketika diperkenalkan dengan para tamu yang datang pagi itu. Mereka juga sangat gembira karena mendapat sumbangan banyak buku-buku bergizi dari para tamu. DSC_0516 Agar proses diskusi berjalan interaktif dan akrab, anak-anak kemudian dibagikan permen warna-warni. Mereka diminta untuk memilih 1 warna permen yang mereka sukai. Dari pilihan warnan permen itu, mereka kemudian dibagi kedalam 2 kelompok. Kelompok permen warna hijau ikut Kak Helene dari Amerika Serikat, dan kelompok permwen warnah merah dan coklat ikut Kak Teresa dari Jerman. Diskusi berjalan seru dengan lontaran-lontaran pertanyaan khas anak-anak. Kebanyakan berisi pertanyaan tentang bagaimana suasana sekolah di luar negeri, misalnya, apakah kalau sekolah di Jerman dan Amerika Serkat tiap hari harus pakai seragam sekolah? Pertanyaan yang lain, misalnya, ada berapa musim di luar negri itu, berapa kali sehari mereka mandi, makanan utamanya apa, apakah di sana ada orang Islam? Agar kedua kelompok mendapat porsi pengalaman yang sama, kira-kira pada menit ke 30, mereka berganti kelompok. DSC_0532DSC_0535 Acara kemudian diselingi dengan pentas musik dari Papaver Rastavarian. Suasana hujan yang dingin berubah menjadi hangat dan meriah.

Giliran kemudian Kak Tati, pegawai penerbangan Merpati, memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang dunia penerbangan. Kak Tati sempat menujukkan video suasana saat pesawat take off dan landing, dan juga suasana di dalam ruang kokpit pesawat. Wah, anak-anak Rumah Baca Kids kini menjadi semakin tahu banyak tentang dunia penerbangan, setelah pada minggu sebelumnya juga kedatangan Kak Caswanto, yang bekerja di Bandara Soekarno-Hatta, dan Kak Riris, yang pramugari Mandala. DSC_0580 Perjumpaan lintas dunia dan lintas profesi ini, tentu menjadi daya dorong yang kuat bagi anak-anak untuk terus tumbuh dan bergerak meraih cita-cita yang lebih baik. Kelak, anak-anak ini akan dapat berkiprah dan  membawa manfaat bagi kehidupan. DSC_0589

2 Responses to “Pergaulan Lintas Dunia”


  1. 1 Gita Andadari March 8, 2015 at 11:56 am

    Tetap semangat ya adik-adik! Buku memang sebuah jendela dunia. Lewat buku kita bisa pergi kemanpun yang kita mau. InsyaAllah dengan banyak ilmu segera kita bertemu “pintu” untuk melihat dunia.

    • 2 mashar March 9, 2015 at 1:36 am

      Terima kasih semangatnya. Terutama cerita seru tentang kehidupan di negara lain. Juga buku-buku bergizi-nya.
      “Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: