Have a nice flight!

Dari sekian banyak anak-anak di Rumah Baca Kids, siapa yang pernah naik pesawat terbang? Tidak ada satupun!

Naik pesawat terbang, bagi sebagian besar orang memang masih merupakan sebuah kemewahan. Meskipun sekarang ini sudah ada meskapai penerbangan yang berani menyatakan diri sebagai “low cost carrier” atau ada yang sampai punya tag line “make everyone can fly.” Nyatanya, terbang dengan pesawat terbang masih menjadi barang mewah.

Tapi itu tak berarti menyurutkan semangat dan minat anak-anak di Rumah Baca Kids untuk tahu seluk beluk dunia penerbangan.

Pada kesempatan acara hari Minggu, 1 Maret 2015, Rumah Baca Kids kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah Kak Caswanto dan Kak Riris. Keduanya adalah anak-anak muda yang sekarang bekerja di dunia penerbangan. Kak Caswanto bekerja di ground handling Angkasa Pura, Bandara Soekarno-Hatta. Tugasnya adalah menghubungkan antara pihak penerbangan dengan bandara, diantaranya membantu penumpang yang naik atau turun pesawat, termasuk memandu penumpang transit. Tak jarang Kak Caswano terlihat mendorong kursi roda, membantu tamu-tamu lanjut usia yang sudah tak mampu lagi jalan kaki. Tahu sendiri kan, jarak antara landasan parkir dengan tempat transit penumpang lumayan jauh untuk jalan kaki bagi para manula.

rbk 2

Kak Riris adalah pramugari pesawat. Telah beberapa kali terbang dengan rute internasional, seperti Malaysia, Singapura, dan Hingkong. Banyak pengalaman seru menjadi pramugari, diantaranya sabar menghadapi orang yang bandel dan susah diatur  terkait dengan aturan keselamatan di pesawat. Kak Riris sempat menjelaskan mengapa pramugari tidak boleh jerawatan dan tidak boleh giginya bolong. Keduanya berkaitan dengan tekanan udara yang berbeda antara di darat dengan di ketinggian udara, yang bisa memperparah rasa sakit, terutama bisa menyebabkan perdarahan.

Pertanyanyaan mengalir deras dari anak-anak Rumah Baca Kids. Diantaranya tentang syarat-syarat menjadi pramugari, pengalaman apa yang dimiliki, dan berbagai cerita seru di atas pesawat. Ada anak yang bertanya, apakah orang yang berkulit hitam bisa diterima sebagai pramugari? Ada juga yang bertanya, apakah pramugari boleh punya rambut panjang?

Semua pertanyaan dijawab secara tuntas oleh Kak Riris dan Kak Caswanto di tengah suasana hujan deras.

Kedua kakak-kakak ini dulunya adalah sahabat dekat sewaktu mereka berdua sekolah penerbangan di Jogja. Kak Caswanto berasal dari Indramayu. Kak Riris lahir dan besar di Brebes, meskipun kedua orang tuanya sebenarnya asli dari Sumatera Utara, bermarga Purba.

Terima kasih Kak Caswanto dan Kak Riris yang telah berbagi profesi. jadinya kami tahu, ternyata lapangan pekerjaan itu luas dan banyak sekali. Let’s have a nice flight with you!

Sebagai ucapan terima kasih, Rumah Baca berkenan memberikan kado berupa buku “Mabuk Dolr di Kapal Pesiar” dan “Illegal Alien,” untuk mereka berdua.

rbk 3

rbk 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: