Kursi Kecil Pendongkrak Kemandirian

Di Jawa ada istilah “dhingklik,” untuk menyebut kursi kecil yang biasa dipakai ibu-ibu untuk duduk di lantai sampai  memasak di dapur. Posisi dapur di pedesaan masa lalu memang berada di bawah, tak seperti sekarang dengan posisi di atas dan bisa berdiri. Kursi kecil ini juga biasa dipakai para penjual jamu gendong keliling. Dipakai buat duduk ketika mencampur seduhan jamu dari berbagai kombinasi minuman jamu dalam botol.

Bahan utama “dhingklik” biasanya dari kayu. Berbentuk segi empat dengan 2 papan kayu lebar sebagai penyangga kaki-kakinya. Jika sering diduduki, kursi kecil itu akan licin mengkilap.

Pada masa  kini kursi kecil itu tak lagi terbuat dari kayu, tapi sudah berubah berbahan plastik warna-warni. Bentuknya juga tak harus kotak. Sekarang sudah bervariasi dengan berbagai macam bentuk. Ada yang bundar, oval, dan ada juga yang berornamen gambar Mickey Mouse atau Dora Emon!

Ternyata kursi kecil ini menyimpan daya magis yang luar biasa, jika kita mampu menggunakannya dengan benar. Pada sebuah kegiatan di Komunitas Rumah Baca Kids, yang bermarkas di Kampung Parung, Gunung Putri, Bogor, terlihat kursi kecil itu terlihat di antara anak-anak yang sedang beraktivitas di sana.

Kursi kecil itu bernama "dhingklik."

Kursi kecil itu bernama “dhingklik.”

Rupanya kursi kecil itu dipakai untuk panggung mini ketika anak-anak pentas, membacakan karya-karya mereka. Anak-anak terlihat bersemangat dan percaya diri ketika kaki menginjak kursi kecil itu. Otomatis posisi mereka jadi terlihat menjulang di antara anak-anak lain yang duduk di bawahnya. Suara mereka juga jadi lantang, pandangan mata juga jadi luas menyapu ke seluruh penjuru ruangan.

Tak semua anak berani melangkahkan kaki ke atas kursi kecil itu. Kursi kecil itu menjadi semacam batu ujian untuk mereka. Apakah berani tampil di atas “panggung mini” atau cukup duduk diam mendengarkan? Ternyata dibutuhkan keberanian untuk berdiri di atasnya. Karena tak sedikit dari mereka yang berdiri dan membacakan karya, akan segera disoraki jika membuat gerakan yang kaku atau lucu. Ada juga yang harus pakai acara dipaksa-paksa untuk berani naik di atasnya.

“Dhinglik” atau kursi kecil itu ternyata memang ampuh untuk memompa semangat anak-anak di Rumah Baca Kids untuk berani tampil. Dari sana, akan lahir generasi yang pemberani, mandiri dan kreatif

Ditulis oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca Kids

0 Responses to “Kursi Kecil Pendongkrak Kemandirian”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: