Para Malaikat Kecil

malaikat
Anak-anak adalah angels, malaikat-malaikat kecil tanpa sayap. Malaikat yang tak harus rupawan, atau cantik jelita. Anak-anak yang tergabung di Rumah Baca Kids boleh jadi jauh dari kriteria gambaran malaikat yang rupawan itu. Mereka adalah anak-anak Kampung Parung, Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor. Sebagian bahkan tampil dekil. Tapi mereka masih menyimpan hati yang bersih. Mereka masih punya semangat yang menyala bahwa hari esok pasti lebih cerah. Dan cita-cita itu bisa diraih dengan terus belajar. Menggali ilmu, salah satunya dengan rajin membaca.

Di Rumah Baca Kids, meraka tidak hanya rajin membaca, tapi juga berkreasi dengan berbagai media: bikin video clip, kerajinan tangan dari barang-barang bekas, kertas koran, menulis cerita, bermain games, dan masih banyak lagi kegiatan yang menumbuhkan kreativitas, rasa tanggung jawab dan kemandirian.

Setiap tahun Rumah Baca Kids selalu ikut kegiatan Festival Pembaca Indonesia yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia. Sudah 2 kali ikut serta, tahun 2010 dan 2011. Tapi ada kejadian yang cukup membuat para malakat kecil ini bersedih karena tahun 2012 mereka tak bisa ikut serta karena booth pameran sudah terisi penuh sejak pengumuman pertama.

Sudahlah. Mungkin Tuhan punya rencana atas semua ini. Anak-anak Rumah Baca Kids tak surut berkarya. Masih banyak jalan untuk terus memompa diri dengan semangat.

Tapi rupanya Tuhan tidak tidur. Pada acara talks show bedah buku ”Dilema: Kisah 2 Dunia dari Kapal Pesiar” (Rumah Baca: 2012), tiba-tiba ada tawaran untuk bergabung dengan booth Ruang Literasi dari Pro 1 FM (92.1 FM). Wah, senang sekali! Maka anak-anak Rumah Baca Kids kembali bersemangat menyiapkan diri. Hanya dengan persiapan semalam mereka ngebut menyiapkan pameran.

Pada jam 09.00 pagi, tanggal 9 Desember 2012 anak anak Rumah Baca Kids sudah siap di Pasar Festival Kuningan. Disambut oleh Kak Delisa dari Ruang Literasi, anak-anak Rumah Baca Kids mulai menata diri. Belum selesai berbenah, tiba-tiba Kak Fiona, panitia Goodreads memberi kabar yang sangat luar biasa. ”Booth sebelah kosong, dari pada berdesakan dengan Ruang Literasi, silahkan booth itu dipakai saja untuk Rumah Baca Kids!” serunya sambil tangannya tak lepas dengan walky talky untuk berkoordinasi dengan panitia yang lain.

Booth sebelah kosong karena sang penghuni mengundurkan diri pada detik terakhir. Anak-anak langsung berteriak gembira, “Horeeee!”

Mungkin Tuhan merasa belum sempuran jika hanya memberi hadiah para malaikat kecil ini separuh booth saja. Hadiah itu kini telah dibulatkan menjadi 1 booth sempurna: gratis untuk anak-anak Rumah Baca Kids!

Terima kasih Tuhan.

Terima kasih juga kepada Kak Lia, Kak Jimmy, Kak Delisa dari Ruang Literasi. Terima kasih kepada Kak Fiona, Kak Sekar, Kak Aldo, Kak Ronny dari Goodreads yang telah memberi kesempatan kepada Rumah Baca Kids berpartisipasi di acara Festival Pembaca Indonesia 2012. Terima kasih kepada Ibu Indriyani, Ibu Nisa, Kak Bakar Japet, Kak Imas yang juga telah ikut membantu menyiapkan pameran ini.

PS: Reportase tentang dinamika selama pameran akan dituliskan pada episode berikutnya.
cheers

1 Response to “Para Malaikat Kecil”


  1. 1 Hepi January 16, 2013 at 7:35 am

    Sukses selalu buat Rumah Baca Kids🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: