Mengucapkan selamat ulang tahun utk RBGM

Panen Mangga

mangga

Berkegiatan di Rumah Baca Kids tak selalu harus membaca. Membaca adalah aspek kognitif. Itu adalah kegiatan yang penting untuk melatih daya kritis dan analitik. Tapi kegiatan motorik dan afektif juga tak kalah pentingnya.

Panen mangga melatih anak-anak untuk melatih motorik berupa keseimbangan, karena mereka belajar memanjat pohon di ketinggian tertentu, yang masih aman untuk ukuran mereka. Memanen mangga, memilih, kemudian membagi ke teman-teman secara merata akan melatih anak-anak menghargai teman. Ini meningkatan aspek afektif.  Mereka akan berlajar berbagi, memberikan yang terbaik buat teman, dan tidak memilih atau menyembunyikan mangga yang bagus untuk diri sendiri.

Memang, proses belajar seperti itu tak selalu berjalan mulus. Tapi lewat kegiatan itu, anak-anak telah belajar sesuatu, yang tak pernah mereka lupakan sepanjang hayat.

O ya, ternyata mangga itu tak semuanya manis. Ada juga yang rasanya masam. Mereka belajar apa tentang rasa yang berbeda-beda ini?

Salam Rumah Baca Kids

“Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik.”

Belajar bahasa Inggris

DSC_0493s

Belajar bahasa Inggris itu bisa menakutkan. Sebaliknya  bisa juga menyenangkan. Mata pelajaran bahasa Inggris bisa jadi salah satu pelajaran “momok” seperti mata pelajaran matematika atau kimia.

Di Rumah Baca Kids, belajar bahasa Inggris selalu menyenangkan. Berbekal buku-buku sumbangan dari The Asia Foundation, anak-anak di Rumah Baca Kids belajar bahasa Inggris, didampingi sukarelawan yang aktif di English Club SMA 5 Bekasi, dia adalah Imastari Wulansuci.

Pelajaran dibuka dengan membaca buku bersama-sama. Kebetulan buku-buku sumbangan dari The Asia Foundation memiliki seri yang sama, jadi bisa dibagi kelompok hingga 3-4 kelompok. Nah, setelah membaca bersama, melafkan dengan benar, kemudian mengartikan artinya.

Tak cukup sampai di situ, untuk memperkuat pemahaman, anak-anak diminta membuat satu kalimat yang sebelumnya telah dibahasa dalam buku bacaan. MInggu pagi itu, kalimat yang sering muncul adalah soal kata ganti pertama (I), melakukan kegiatan oleh diri sendiri (myself) dan kepunyaan sendiri (my).

Beberapa kalimat sederhana muncul dari mereka:

- I read a book. I read a book by myself. This is my book.

- I draw a house. I draw a house by myself. This is my house.

- I play football. I play football by myself. This is my ball.

- I write a poem. I write a poem by myself. This is my poem.

Ada yang seru dari pengucapan kata “myself.” Lidah Sunda yang amat sangat susah melafalkan huruf “F” membuat mereka sering kepleset mengucapkan ‘myself” berubah menjadi “MAISLEP,” ha…..ha…..ha…

Setelah usai, mereka masih saja melafakan kalimat yang mereka buat sendiri, agar tidak kepleset lagi :)

DSC_0496s

Happy birthday Rumah Baca Kids ke-3

Tak terasa, sudah 3 tahun Rumah Baca Kids berkiprah. Reriungan bersama anak-anak memang selalu tak terasa lelah dan menjemukan. Waktu berjalan begitu cepat. Selalu ada warna baru. Semangat baru. Dinamika baru. Hari ulang tahun kali ini dirayakan pada Hari Minggu, 22 September 2013, mulai dari jam 07.30-11.00 WIB, bertempat di Markas Rumah Baca Kids, di daerah Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor.

Memang adakalanya anak-anak mengalami pasang naik dan pasang surut. Jumlah kehadiran tak selalu penuh. Total anak-anak yang terdaftar di Rumah Baca Kids ada sekitar 70 orang, tapi dari jumlah itu, yang selalu aktif rata-rata hanya sekitar 20-30 orang saja. Jumlah yang tidak banyak, tapi itu sudah cukup untuk berbuat sesuatu, dari pada tidak melakukan apa-apa, atau hanya menggerutu.

Ulang tahun Rumah Baca Kids kali ini ditandai dengan suasana yang mengharukan ketika sehari sebelumnya anak-anak sudah mulai berdatangan. Mereka secara kreatif menghias ruangan. Garasi rumah yang berkonsep ruang terbuka mereka jadikan media ekspresi perayaan. Kertas warna-warni mulai mereka gunting, ditempel di sana-sini. Aneka ketrampilan melipat kertas mereka peragakan. Dengan seutas tali, kerajinan kertas itu mereka gantung di kayu-kayu garasi. Sungguh pemandangan yang menakjubkan ketika kerajinan kertas, yang sebagian besar berbentuk burung itu, bergerak-gerak tertiup angin. Seperti hendak terbang. Sebagaimana mimpi dan cita-cita mereka untuk dapat terbang tinggi-tinggi.

602949_731881613495786_374230087_n

993411_731882780162336_1018733505_n

Hal yang membuat haru di hati adalah ketika mereka dengan penuh suka cita membeli kertas warna-warna itu dengan uang mereka sendiri. Dan satu hal lagi yang membuat kami para orang tua terharu adalah, demi menemukan anak-anak membawa kado ulang tahun! Kado itu terbungkus kertas kado warna krem, motif kembang-kembang. Ketika dibuka, muncul jam dinding. Itu kado dari kelompok anak laki-laki. Kado satunya lagi adalah dari kelompok anak perempuan. Isinya boneka bantal kecil-kecil yang membentuk tulisan L.O.V.E. Hidup terasa begitu indah bersama mereka.

602906_731880746829206_1096925667_n

537166_731881910162423_1212917169_n

Acara ulang tahun ini diisi dengan potong nasi tumpeng. Lalu beberapa anak membacakan karya mereka. Acara puncak adalah nonton film bareng, judulnya “Cita-cita setinggi Tanah.”Film itu bercerita soal sekawan anak-anak yang punya beragam cita-cita. Ada anak yang punya cita-cita sederhana: makan di restoran Padang. Untuk meraih cita-cita itu, dia kemudian rajin bekerja, mengumpulkan uang. Uang yang dia kumpulkan suatu hari dia gunakan untuk membuat topi manik-manik dan baju khas orang Minang. Itu adalah baju istimewa untuk bisa makan di Rumah Makan Padang. Pesan dari film itu adalah: cita-cita jangan hanya ditulis di atas kertas, tapi yang lebih penting adalah dijalankan, diraih dan diwujudkan.

599724_731880123495935_1677984497_n

1239800_731883146828966_1197919047_n

Acara ini adalah persembahan dari komunitas BELING (Bioskop Keliling) yang digagas oleh Ain Ongisnade. Dia datang bersama Gian Pintari dan Bakar Japet.

Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik!

—-

Foto-foto: oleh Bakar Japet

Volunteer: Ain Ongisnade dan Gian Pintari

Menjelang Ulang Tahun Rumah Baca Kids ke-3

Bulan September 2013 ini Rumah Baca Kids akan berulang tahun yang ke-3, sejak didirikan pada tanggal 19 September 2010 yang lalu. Dinamika terus berlanjut. Pasang surut kehadiran anak-anak juga ikut mewarnai minggu-minggu yang kami lewati. Pesta ulang tahun rencananya akan diselenggarakan pada Hari Minggu, 22 September 2013, mulai jam 07.00 pagi.

Ada rasa trenyuh ketika kami umumkan akan ada pesta ulang tahun, beberapa anak sudah mulai ada yang menyumbang kertas berwarna dan balon warna-warni. Ulang tahun itu memang dari mereka dan untuk mereka.

Mari rayakan kehidupan dengan penuh suka cita bersama anak-anak. Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik.

ulath RBK1

Bukber 2013

Puasa bagi anak-anak tentulah tantangan berat. Dari beberapa anak-anak di Rumah Baca Kids, sudah ada 2 anak yang batal puasa, selama 5 hari ke belakang. Ada yang menangis menjelang siang hari karena tak tahan dengan lapar yang menyerang perut kecilnya. Alhasil, batal sudah puasa setengah hari. Tak apa. Namanya juga baru tahap belajar puasa.

Pada jelang minggu ketiga bulan puasa kali ini, Rumah baca Kids menyelenggarakan acara buka bersama. Anak-anak sudah mulai berdatangan pada pukul 5 sore. Ada yang datang bersepesa, ada juga yang jalan kaki. Mereka sudah pada mandi sore. Tak ada kegiatan khusus sebagai media pembelajaran untuk anak-anak.

Sambil menunggu bedug magrib, anak-anak diajak menonton video clip tentang salah satu anak Rumah Baca Kids yg ikut acara jakarnaval 2013 di Jakarta: Imas dan Imon.
Mata mereka berbinar-binar ketika menyaksikan kelebat para model Jakarnaval yang mengenakan pakaian warna-warni. Acara ini digagas oleh Gubernur DKI Jokowi. Setelah video clip usai ditayangkan, adank-anak doberi kuis tebak-tebakan dari apa yang telah mereka tonton.

film
Acara kuis masih berlanjut dengan kegiatan tebak-tebakan “eat bulaga”, yaitu menebak kata di atas kepala. Suasana semakin seru hingga menjelang bedug magrib.

lomba

Setelah minum es buah dan kue manis serta kurma, anak-anak pulang sambil membawa ayam goreng.

bukbrt

Sampai jumpa lagi setelah lebaran nanti ya…

Mampirlah ke warung kami

“Bosan Pak belajar menulis dan membaca melulu!” Seru anak-anak di Rumah Baca Kids pagi itu, 24 Maret 2013. Maka demi mengobati rasa kebosanan mereka, anak-anak akhirnya diajak berseni kriya. membuat kerjainan dari bahan kayu sendok ice cream yang sebelumnya telah mereka warnai.

Tak ada yang mengkomando mereka harus bikin apa. Semua terserah mereka. Kami hanya memfasiltasi mereka untuk berkarya dengan menyediakan peralatan dan bahan-bahan yang dieprlukan.

Ada yang mulai membuka-buka buku seni kriya untuk mendapatkan ide. Alhasil, beberapa anak sepakat membuat kedai warung. Sementara yang lain membuat bingkai foto. Hasilnya sungguh mengejutkan.

Inilah karya-karya mereka:

kriya 6

kriya 7

kriya 8

kriya 9

Salam dari Rumah Baca Kids

“Hidup hanya sekali, berikan yang terbaik”



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.